15
Jul
06

Suatu Malam di Nagoya..(nun di Batam sana)

Aku sendiri, tak tahu ingin menuju kemana, Kaki ini hanya melangkah di pinggiran trotoar Sementara geliat, pikir ku mengembara Sementara lalu lintas terus juga di sesaki mobil-mobil mewah yang bergelimpangan Di negeri ku yang miskin dan papah serta penuh kepalsuan ini Mungkin mereka memang hanya menjual; kepalsuan Kekayaan palsu Kemewahan palsu Glamorpun palsu Suatu malam di Nagoya Tapi kapan juga kepalsuan itu bisa kunaiki Bukan. Jelas bukan untuk selimuti ku Melainkan sekedar kutunggangi Sebab untukku Semua ini hanya sebuah kendara Tidak ada kendala bagiku untuk sewaktu-waktu melepasnya Jelas tidak Saat itu hanya ada satu mimpi Suatu mimpi di Nagoya Pada suatu malam Dan aku terbangun Dengan segala kendara yang membuatku leluasa Dengan kekuasaan Meski ku bukan untuk menekan, melainkan untuk membebaskan Membebaskan diriku Dan saudara-saudara ku yang terkekang akan keterbatasan, kekurang merdekaan mereka Pada sekedar materi Suatu hari dipuncak menara Sebuah Penth House. Dan angin yang dingin menerpa Mungkin semenjak menanjak. Jelas kurasakan berbagai hal menjadi dingin. Dingin yang kejam. Tidak ada kompromi. Karena begitu akan banyaknya pengorbanan. Mungkin sedikitnya kehangatan hanya sekedar untuk sesekali. Sisanya lagi-lagi memang hanya kepalsuan. Suatu malam di Nagoya Hidup adalah suatu pilihan Dan pilihan-pilihan itu akan terus tetemukan disetiap kelokan-kelokan. Dan kelokan-kelokan akan membuat kita terus waspada bila tak ingin tergelincir Mungkin terkadang memang harus membiarkan tergelincir Itupun hanya untuk membuat kita tetap memiliki, apa yang ada saat ini. Dan juga mengurangi perlawanan, dan sekedar mengiba rasa simpati yang lainnya. Suatu hari bangun dari Nagoya–dream (Mimpi). Mungkin memang hanya kata-kata itu yang akan terus kutemukan. Tapi hari ini akau pasti dan yakin benar Aku akan pulang Kerumah kumembawa sekedarnya kehangatan jiwa dan optimisme untuk ku bagi dan tak lupa KUBAGIKAN BAGI keluargaku dan segenap makhluk tercinta di planet ini. Sebagaimana juga cinta, kebencian juga merupakan anugrah, terutama kebencian terhadap rasa kebencian itu sendiri. Gibrandream

Bookmark and Share



0 Responses to “Suatu Malam di Nagoya..(nun di Batam sana)”


  1. No Comments

Leave a Reply